Fungsi dan Operator Pada Pemrograman Dart

Assalamualaikum wr.wb

Pada Kesempatan kali ini admin akan membagikan tutorial seputar bahasa pemrograman Dart, lalu apa saja yang akan kita pelajari? Admin akan list apa saja yang akan kita pelajari pada tutorial kali ini, silahkan lihat point - point dibawah ini:

Untuk Artikel sebelumnya, silahkan kunjungi Pengenalan Variabel dan Tipe Data Pada Dart 

fungsi:

  • Parameterisasi
  • Parameter Opsional
  • Operator
  • Operator Aritmatika
  • Operator Relasional dan Kesetaraan
  • Operator Pengujuin
Nah point- point diatas akan kita bahas pada tutorial kali ini, Silahkan simak pembahasan dibawah ini

Fungsi (Function)

Pengertian fungsi adalah sekumpulan statement/perintah/kode program yang independen,memiliki nama, dan memiliki tugas untuk melakukan tugas spesifik tertentu. Dart sendiri adalah bahasa pemrograman berorientasi objek, bahkan fungsi juga adalah objek dan memiliki tipe Function . Ini berarti fungsi dapat ditugaskan ke variabel ataupun ditugaskan sebagai argumen ke fungsi yang lainnya. Fungsi dapat mengembalikan nilai pada pemanggilnya. Jika tidak mengembalikan nilai apapun maka tipe kembalian adalah void.

Fungsi dan Deskripsi

  1. Mendefinisikan fungsi :Definisi fungsi menentukan apa dan bagaimana tugas tertentu akan dilakukan.
  2. Memanggil suatu fungsi :Suatu fungsi harus dipanggil untuk menjalankannya
  3. Mengembalikan nilai fungsi : Fungsi juga dapat mengembalikan nilai, kontol yang dikembalikan kepada pemanggilnya.
  4. Fungsi Parameterisasi :Parameter adalah mekanisme untuk meneruskan nilai ke fungsi  

Mendefinisikan Fungsi

Agar bisa di panggil kita harus mendefinisikan nama fungsinya, baru kita memasukan argumen untuk memanipulasi parameter tersebut.

nama_fungsi(tipe_data nama_variabel, tipe_data nama_variabel){    argumen }

Memanggil fungsi

Untuk menjalankan sebuah fungsi kita harus memanggilnya. Proses pemanggilan fungsi disebut juga function invocation .

void main(){
tampilPerusahaan();
}

tampilPerusahaan(){
print('ForumKoding');
}

Mengembalikan nilai fungsi

Fungsi dapat mengembalikan nilai dan juga kontrol ke pemanggilnya. Fungsi semacam ini disebut dengan returning functions .

void main(){
print(tampilPerusahaan());
}


String tampilPerusahaan(){
return 'Forumkoding.com';
return 'Coding for future';
}

Return fungsi

Hasil
  • String adalah tipe data dan dalam mengembalikan nilai fungsi kita dapat merubahnya menjadi tipe data apapun yang didukung oleh bahasa pemrograman Dart.
  • Tipe data yang dikembalikan harus cocok dengan tipe data yang mengembalikan seperti contoh di atas tipe data String mengembalikan data berupa String juga.
  • Sebuah fungsi hanya dapat mengembalikan satu nilai saja apabila kita menambah syntax return kembali, maka tidak akan terbaca seperti contoh di atas.

Parameterisasi

Selama pemanggilan fungsi kita diharuskan meneruskan nilai ke parameter
○ Contoh kode

nama_fungsi(tipe_data1, tipe_data2){ print(tipe_data1); //misalkan integer print(tipe_data2); //misalkan String }
Penjelasan kode sebagai berikut:

Pada kode di atas tipe data dari parameter dapat disesuaikan dengan kebutuhan kita namun tipe data harus sesuai dengan return nilainya.
○ Contoh kasus

main() {
int hasil = tampilLuas(20,10);
print("luasnya : $hasil");
}

tampilLuas(int panjang, int lebar){
return panjang*lebar;
}

Optional Parameter

Optional parameter artinya value pada fungsi Dart diisi bisa juga tidak, berbeda dengan contoh tadi dimana parameter harus diisi yaitu panjang dan juga lebar.
Optional parameter ini terbagi menjadi 2 yaitu :
Parameter bernama ( named parameters ) Untuk membuat named parameters kita menggunakan { }
kurung kurawal, mengapa dinamakan named parameters karena saat memanggil fungsinya kita harus menuliskan namanya, agar lebih paham mari kita lihat contoh berikut.
Penjabaran coding :

  1. Integer hasil bukanlah named parameters maka saat fungsi dipanggil tidak perlu dipanggil namanya namun hanya memasukan value -nya.
  2. Integer lebar dan tinggi adalah named parameters maka saat fungsi dipanggil kita harus memanggil juga nama parameternya baru mengisikan value -nya.
  3. Kelebihan named parameters adalah kita dapat merubah posisi parameters saat fungsi dipanggil sesuai keinginan kita dengan catatan nama parameternya harus ditulis.

Parameter posisi (positional parameters)
Parameter posisi kita tidak bisa sembarangan menempatkan nilai pada parameter namun harus sesuai dengan urutannya. Untuk mendeklarasikan parameter kita sebagai parameter posisi kita menggunakan kurung siku [ ]. Agar lebih paham mengenai positional parameters mari kita lihat contoh kasus berikut.

main(){
//value kota3 tidak diisi namun kode masih dapat di eksekusi karena nilai defaultnya =
 jakarta tampilKota("Bandung","Surabaya");
print("");
// value kota6 tidak diisi namun kode masih bisa dieksekusi karena nilai default pada
 dart adalah null
tampilKota2("Medan","Purwakarta");
}

tampilKota(String kota1,[String kota2, String kata3="Jakarta"]){
print("kota1: $kota1, kota2: $kota2, kota3: $kota3");
}

tampilkota2(String kota4,[String kota5, String kota6]){
print("kota4: $kota4, kota5: $kota5, kota6: $kota6");
}

Operator

Ada beberapa jenis operator yang digunakan di dalam bahasa pemrograman Dart.
Description -> Operator

unary Prefix = "-expr !expr ~expr ++expr
                         --expr await expr"
Multiplicative = "* / % ~/"
Additive = "+ -"
Shift =  "<< >> >>>"
Bitwise AND = "&"
Bitwise XOR = "^"
Bitwise OR = "|"
Relation and type test = ">= > <= < as is is!"
Equality = "== !="
Logical AND = "&&"
Logical OR = "||"
If null = "??"
Conditional = "Expr1 ? expr2 : expr3"
Assignment = "= *= /= += -= &= ^="

Operator aritmatika

Dart mendukung operator aritmatika sebagai berikut :
Operator Fungsinya
+ = "Menambahkan"
- = "Mengurangi"
- Expr = "Unary minus, atau biasa disebut negasi ekspresi"(kebalikan dari ekspresi).
* = "Mengalikan"
/ = "Membagi"
~/ = "Mengubah hasil bagi menjadi integer"
% = "Modulus atau sisa hasil bagi"

Ekspresi adalah jenis pernyataan khusus yang mengevaluasi suatu nilai. Sebuah ekspresi terdiri dari :

  • Operand = merupakan data
  • Operator = adalah bagaimana operand akan diproses untuk menghasilkan nilai..

Contoh
10 + 20 = 30
Dalam ekspresi di atas 10 dan 20 adalah operand dan + (plus) adalah operator.

○ Dart juga mendukung peningkatan dan penurunan (increment dan decrement)
Contoh code:
1. Post-Increment

main(){
int x;
int y = 1;
x = y++;
print("x = $x");
print("y = $y");
}
2. Pre-Increment
main(){
int x;
int y = 1;
x = ++y;
print("x = $x");
print("y = $y");
}
Mari kita jabarkan:

  •  post-increment : a = i++ itu sama seperti a = i; i = i + 1;.
  • pre-increment : a = ++i itu sama seperti i = 1 + i; a = i;.

Pada post-increment , variabel a akan mengambil nilai i lalu variabel i ditambah 1. Sedangkan pada pre-increment variabel i akan ditambah satu terlebih dahulu, kemudian diisi ke variabel a.

Operator Relasional dan Kesetaraan

Operator relasional berguna untuk menguji atau mendefinisikan jenis hubungan antara 2 entitas. Operator relasional mengembalikan nilai Boolean yaitu true atau false .
Contoh kita mengasumsikan A = 20 dan B = 30.

Operator Pengujian

Operator ini berguna untuk memeriksa tipe saat runtime.
contoh:
is = artinya benar jika objek memiliki tipe yang ditentukan
is! = artinya Salah jika objek memiliki tipe data yang ditentukan

contoh : is

void main() { int n = 2; print(n is int); }
contoh : is!

void main(){

double n = 2.20

var num = n is! int;

print(num);

}
Diatas merupakan pembelajaran mengenai Fungsi dan Operator Pada Pemrograman Dart Semoga artikel diatas teman - teman dapat mengikutinya dengan baik

Terimakasih telah berkunjung, semoga bermaanfaat
Salam Success :)

By: Muhammad Rizal Supriadi

0 Response to "Fungsi dan Operator Pada Pemrograman Dart"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel