Belajar Bahasa Pemrograman R, Vektor, Matriks dan Data Frame

Assalamualaikum wr.wb

Bagaimana teman-teman forumkoding? semoga sehat selalu ya, Aamiin ;)
Nah pada kesempatan kali ini admin akan membuat artikel mengenai bahasa pemrograman R atau biasa disebut dengan R Programming. Silahkan teman-teman perhatikan artikel ini mengenai Belajar Bahasa Pemrograman R, Vektor, Matriks dan Data Frame

Untuk pembelajaran mengenai Aljabar Linear tentunya sudah tidak asing lagi dengan Vektor, Matriks dan Data Frame.  Tentunya pemrograman R ini digunakan untuk pempercepat dalam menentukan nilai-nilai seperti yang admin jelaskan diatas. Silahkan teman-teman simak pembahasan dibawah ini

Sekilas admin akan membahas terlebih dahulu mengenai bahasa pemrograman R atau R Programming, silahkan teman-teman simak pembahasa dibahwah ini ya

Bahasa Pemrograman R

Bahasa pemrograman R merupakan bahasa pemrograman yang diperuntukan untuk menganalisis statistika pada matematika serta dapat juga mengatasi data yang bersifatnya grafik.
Bahasa pemrograman R dibuat oleh oleh seorang Programmer yang bernama Ross Ihaka dan Robert Gentlemen pada Universitas Auckland di Selandia Baru, dan sekarang dikembangkan oleh R Development  Core Team.

Bahasa Pemrograman R sekarang ini sudah menjadi bahasa standar de facto di antara para stastikawan untuk pengembangan perangkat lunak statistika serta bahasa pemrograman R juga digunakan secara luas untuk mengembahangan analisis data.

Oke setelah teman-teman membahasa pembahasan mengenai perograman R selanjutnya kita akan belajar mengenai bahasa pemrograman tersebut, silahkan simak pembahasan dibawah ini:

Bagian 1 Beberapa Objek Dalam R

Pada bagian 1 ini kita akan belajar mengenai Objek - object dalam bahasa R dan cara pengimplentasiannya . Lalu apa saja yang akan kita pelajari pada bagian-bagian ini?
Dibawah ini beberapa point yang akan dibahas untuk bagian 1 ini:
  • Vektor
  • List
  • Matriks
  • Data Frame
Nah diatas beberapa point yang akan kita bahas pada bagian 1 ini silahkan simak ya teman -teman

Vektor

langkah pertama kita akan membuat vektor A dengan deret angka 1 sampai 5, lalu menampilkannya lalau selanjutnya kita akan memeriksa apakah A tersebut merupakan sebuah vektor ataukah bukan.
Untuk scriptnya silahkan perhatikan scritp dibawah ini:

Contoh 1:

A <- c(1,2,3,4,5) A is.atomic(A) #Memeriksa apakah  A merupakan vektor 
Penjelasan Script:
Pada script diatas kita dapat melihat bahwa kita akan memasukan nilai ke dalam A yaitu angka 1 sampai 5 cara memasukan nilainya seperti berikut, lalu sintak pada baris kedua untuk menampilkan nilai pada A. Silahkan teman-teman perhatikan gambar dibawah ini:
kita dapat melihat bahwasannya hasil dari vektor tersebut adalah 1 sampai 5 serta dari hasil pengecekannya script berikut merukan Vektor.

Contoh 2:

B <- c(3,4,2,5) length(B) mean(B) sd(B) max(B) min(B)
Penjelasan Script:
Pada script diatas kita akan memasukan terlebih dahulu nilai dari vektor B, selanjutnya:

  • length merupakan perintah untuk memanggil panjang nilai yang terdapat dalam Vektor B.
  • mean merupakan suatu perintah untuk menampilkan rata-rata dari Vektor B
  • max merupakan perintah untuk menampilkan nilai maksimal dari Vektor B
  • min merupakan suatu perintah untuk menampilkan nilai minimum dari Vektor B
Untuk gambar dari hasil script diatas silahkan perhatikan gambar dibawah ini:
Dari gambar diatas kita dapat melihat nilai dari setiap perintah yang dijalankan mulai dari rata-rata nilai Vektor sampai Mencari nilai minimal dari Vektor tersebut.

Contoh 3: 

C <- c(1,5,NA,6,NA,7,4) C mean(C) mean(C, na.rm=TRUE) length(C) length(na.omit(C))

Penjelasan Script:
Sama halnya seperti penjelasan sebelumnya , pertama kita memasukan terlebih dahulu memasukan nilai dari Vektor C dengan perintah C <- c(1,5,NA,6,NA,7,4)

  • C perintah tersebut merupakan perintah untuk menampilkan nilai dari Vektor C
  • mean merupakan perintah untuk mencari rata-rata dari nilai C
  • length merupakan suatu perintah untuk mengetahui panjang Vektor C
Untuk Hasil dari script diatas dapat dilihat dari gambar dibawah ini:
Dari gambar diatas kita dapat melihat hasil dari nilai rata-rata sampai dengan panjang nilai Vektor

Untuk Scrpit tambahasan silahkan teman-teman ikuti script dibawah ini:

D <- c("Ugi","Egi","Andi")
D which.max(na.omit(C)) which.max(C) which(!is.na(C)) which(is.na(C)) C C[1] C[2] C[3] C[c(1:4)] C[c(2,5)]

Script diatas merupakan beberapa contoh yang lainnya dalam menampilkan nilai dari sebuah Vektor
teman-teman bisa ikuti scriptnya lalu silahkan simpulkan hasil dari setiap perintah-perintahnya.
Untuk hasil dari script diatas silahkan teman-teman perhatikan gambar dibawah ini:
Lalu bagaimana cara untuk dapat memanggil suatu nilai dalam urutan tertentu? dibawah ini merupakan perintah-perintah untuk menampilkan nilai tertentu. Silahkan ikuti script dibawah ini;
C[1]
C[2]
C[3]
C[c(1:4)]
C[c(2,5)]

Penjelasan script diatas merupakan cara untuk memanggil masing-masing nilai seperti nilai pertama, nilai kedua dan nilai ketiga serta seterusnya.

Selanjutnya kita akan mempelajari mengenai list, nah bagaimana sih cara pembuatannya?
Silahkan teman-teman simak script dan penjelasan dibawah ini:

List

Nah pada bagian ini kita akan mempelajari mengenai list, lalu bagaimana sih penerapan list pada bahasa Pemrograman R, silahkan simak script dibawah ini:

A <- list(nama=c("Ugi","Egi"), bilangan=c(5,3,5,2,6), kota=c("Bandung","Jakarta","Medan")) A A[1] A[2] A[3] is.list(A) is.atomic(A)
Penjelasan Script:
Pada script diatas kita dapat melihat bahwa pada Vektor A diisi dengan list yaitu nama, bilangan, dan kota, selanjutnya nilai-nilai tersebut dipanggila dengan perintah sebagai berikut:

  • A = merupakan perintah untuk menampilkan semua nilai yang berada pada Vektor A
  • A[1] =  dimaksudkan untuk menampilkan list pada kolom pertama yaitu nama
  • A[2] = dimaksudkan untuk menampilkan list pada kolom kedua yaitu bilangan
  • A[3] = dimaksudkan untuk menampilkan nilai list yang berapa pada kolom ke tiga yaitu kota
  • is.list(A) = merupakan suatu pengecekan apakah Vektor tersebut merupakan list atau bukan
Untuk hasil dari script diatas silahkan teman-teman perhatikan gambar dibawah ini:
Gambar diatas merupakan hasil dari script yang kita tuliskan kita dapat melihat untuk uraian dari setiap perintah nya seperti memanggil nilai pertama ataupun nilai lainnya.
Untuk list memang pendek penjelasannya karena list tersebut hanya pengetahui dasar dari program selanjutnya yang nanti akan kita buat.

Selanjutnya kita akan memperlajari mengenai matriks, silahkan simak terus pembuatan matrik berikut ini:

Matriks

Nah untuk bagian pertama kita kan mempelajari bagaimana cara membuat matriks pada Bahasa Pemrograman R tersebut, selanjutnya kita akan memperlari cara memanggil matriks, pengecekan matriks dan pemanggilan matrik secara list.

Pertama kita akan membuat script dengan yaitu Matriks A dan Matriks B dengan nilai kolom dan baris.untuk scriptnya silahkan perhatikan script dibawah ini:

A <- matrix(c(4,2,3,5,6,2), nrow = 2, ncol = 3) A B <- matrix(c(4,2,3,5,6,2), nrow = 3, ncol = 2) B
Penjelasan Script:
Pada script diatas kita akan memasukan nilai pada matrix a dengan perintah matrix , untuk perintah pada Matrik A akan memasukan nilai yang dibuat dengan baris 2 dan kolomnya 3. Serta untuk Matrik B kita akan memasukan nilai dengan membuat baris 3 dan membuat kolom 2

Untuk hasil dari script diatas, silahkan perhatikan gambar dibawah ini:
Pada gambar diatas kita dapat melihat bahwa Matriks A mempunya 2 baris dan 3 kolom, sedangkan untuk Matriks B mempunyai 3 kolom dan 2 Baris
Lalu bagaimana cara untuk memanggil setiap nilai matrik tersebut? nah silahkan simak penjelasan beserta scriptnya dibawah ini:

A[1,1] A[1,2] A[1,] A[,1] A[,2] is.matrix(A) is.list(A) is.atomic(A)
Penjelasan Script:
berikut penjelasan dari script diatas, silahkan teman-teman simak dan pahami penjelasan dibawah ini:

  • A[1,1] = Merupakan perintah untuk nilai yang berada pada baris satu kolom satu
  • A[1,2] = Merupakan perintah untuk nilai yang berada pada baris satu kolom dua
  • A[1,] =  Merupakan perintah untuk menampilkan satu baris dari nilai matriks pada baris satu
  • A[,1] = Merupakan perintah untuk menampilkan kolom yaitu kolom pertama dari matriks
  • A[,2] = Merupakan perintah untuk menampilkan kolom yaitu kolom kedua dari matriks
  • is.matrix(A) = Perintah untuk pengecekan apakah A tersebut merupakan matriks atau bukan
  • is.list(A) = Perintah tersebut untuk pengecekan apakah A tersbut merupakan List atau bukan
Untuk hasilnya silahkan perhatikan gambar dibawah ini supaya teman-teman lebih paham.

Selanjutnya kita akan mempelajari mengenai Data Frame, silahkan teman-teman pahami pembahasan dibawah ini:

Data Frame

Pertama kita akan membuat tiga vektor dengan nama ("nama","usia","jenis_kelamin"), nah setelah itu kita akan menampilkan data frame dengan menggunakan fungsi data.frame , untuk scriptnya seperti dibawah ini:

nama <- c("Ugi","Egi","Ani","Ulan","Fitri") usia <- c(27,23,26,22,24) jenis_kelamin <- c("Laki-laki","Laki-laki","Perempuan","Perempuan","Perempuan") A <- data.frame(nama,usia,jenis_kelamin) A
Penjelasan Script:

  • Pertama kita akan memasukan nilai kedalam vektor nama dengan nilai c("Ugi","Egi","Ani","Ulan","Fitri").
  • Kedua kita akan memasukan nilai kedalam vektor usia dengan nilai c(27,23,26,22,24).
  • Ketiga kita akan memasukan nilai kedalam vektor jenis_kelamin dengan isi nya seperti script diatas
  • Untuk memanggil data frame nya menggunakan perintah data.frame seperti yang tertulis dalam script diatas.
  • A = dimaksudkan untuk memanggil data frame yang telah di gabungkan dari beberapa vektor.
Untuk hasil dari script diatas silahkan teman-teman perhatikan gambar dibawah ini:
 Pada gambar diatas kita dapat melihat bahwa kita telah berhasil membuat dan menampilkan data frame, lalu bagaimana cara untuk bisa memanggil data yang diinginkan baik data baris atau pun kolom. untuk lebih lengkapnya silahkan perhatikan dan ikuti script dibawah ini:

is.data.frame(A) A[1,] A[2,] A[2,3] A[2,2] A[,2] A[2] 
Penjelasan script:
Dari script diatas kita akan melalukan pengecekan terlebih daluhu selanjutnya, kita akan menampilkan nilai dari setiap baris dan kolom

  • is.data.frame(A) = merupakan suatu perintah untuk mengecek apakah script sebelumnya merupakan data frame atau bukan.
  • A[1,] = Merupakan perintah untuk menampilkan data perbaris pada baris pertama. 
  • A[,2] = merupakan perintah untuk menampilkan data atau nilai pada kolom 2 secara vertical
  • A[2] = Merupakann fungsi untuk menampilkan data pada kolom 2 dengan menampilkan nama vektornya.
Untuk lebih lengkapnya silahkan teman-teman perhatikan gambar dibawah ini.
  Pada gambar diatas kita dapat melihat data-data yang terdapat dalam data frame diolah sesuai dengan perintah yang kita jalankan baik untuk menampilkan data satu baris atau menampilkan data satu kolom dan lain sebagainya.

Mungkin sampai disini dlu untuk tutorial mengenai R programming, masih banyak hal yang lainnya untuk teman-teman simak dan pahami , mudah mudahan artikel ini dapat memberikan manfaat bagi para pembacara.

terimakasih telah membaca artikel mengenai  Belajar Bahasa Pemrograman R, Vektor, Matriks dan Data Frame.

Semoga bermanfaat, Salam Success :)

By: Muhammad Rizal Supriadi

0 Response to "Belajar Bahasa Pemrograman R, Vektor, Matriks dan Data Frame"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel